Cedera Alat Kelamin Makin Banyak
Alat kelamin termasuk organ yang cukup terlindungi. Tapi sayangnya studi menemukan akhir-akhir ini jumlah cedera di alat kelamin makin banyak dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
Studi baru mengungkapkan kecelakaan sepeda, alat-alat tertentu dan pakaian adalah beberapa hal yang bisa disalahkan untuk luka di alat kelamin. Kondisi ini berlaku bagi laki-laki maupun perempuan.
"Kejadian ini hampir 2 kali lipat dibandingkan dengan cedera gigi dan juga luka bakar akibat listrik maupun bahan kimia," ujar penulis senior Dr Benjamin N Breyer dari University of California, San Francisco, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (10/11/2012).
Di masa lalu, sebagian besar penelitian melihat cedera di saluran genital dan kandung kemih disebabkan oleh trauma besar seperti kecelakaan mobil. Tapi saat ini cedera atau luka tersebut bisa disebabkan oleh produk atau alat yang dipakai sehari-hari.
Dalam studi ini peneliti mengidentifikasi semua cedera yang dialami laki-laki dan perempuan berusia lebih dari 18 tahun. Bagian tubuh yang menjadi perhatian termasuk penis, testis, kandung kemih, ginjal dan alat kelamin perempuan luar seperti klitoris dan labia.
Peneliti menemukan sekitar 30 persen cedera pada organ kelamin ini disebabkan oleh alat olahraga, misalnya akibat peralatan saat main sepeda, basket, sepak bola, football dan juga bisbol.
Dr Breyer mengungkapkan salah satu contoh cedera akibat alat olahraga ini terjadi saat orang terjatuh dari sadel sepeda dan mendarat di stang, sehingga menimbulkan cedera di alat kelamin.
Selain itu, penyebab cedera lainnya adalah pakaian yang digunakan sehari-hari, misalnya untuk laki-laki penisnya terjepit oleh resleting dan pada perempuan melukai diri sendiri ketika mencukur rambut kemaluannya dan sering menggunakan pakaian ketat yang dapat menimbulkan gesekan di kulit kelamin.
"Saya terkejut menemukan banyaknya luka yang disebabkan oleh sepeda, perawatan pribadi dan kamar mandi. Ini merupakan hal yang saya tidak duga," ujar Dr Breyer.
Meski begitu jenis cedera alat kelamin ini berbeda-beda didasarkan pada usia dan juga jenis kelamin. Ditemukan usia muda paling sering mengalami cedera yaitu umur 18-28 tahun. Sedangkan orang yang sudah lanjut lebih sedikit, tapi lebih mungkin melukai diri sendiri saat melakukan kegiatan sehari-hari seperti mandi.


Alat kelamin termasuk organ yang cukup terlindungi. Tapi sayangnya studi menemukan akhir-akhir ini jumlah cedera di alat kelamin makin banyak dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
Studi baru mengungkapkan kecelakaan sepeda, alat-alat tertentu dan pakaian adalah beberapa hal yang bisa disalahkan untuk luka di alat kelamin. Kondisi ini berlaku bagi laki-laki maupun perempuan.
"Kejadian ini hampir 2 kali lipat dibandingkan dengan cedera gigi dan juga luka bakar akibat listrik maupun bahan kimia," ujar penulis senior Dr Benjamin N Breyer dari University of California, San Francisco, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (10/11/2012).
Di masa lalu, sebagian besar penelitian melihat cedera di saluran genital dan kandung kemih disebabkan oleh trauma besar seperti kecelakaan mobil. Tapi saat ini cedera atau luka tersebut bisa disebabkan oleh produk atau alat yang dipakai sehari-hari.
Dalam studi ini peneliti mengidentifikasi semua cedera yang dialami laki-laki dan perempuan berusia lebih dari 18 tahun. Bagian tubuh yang menjadi perhatian termasuk penis, testis, kandung kemih, ginjal dan alat kelamin perempuan luar seperti klitoris dan labia.
Peneliti menemukan sekitar 30 persen cedera pada organ kelamin ini disebabkan oleh alat olahraga, misalnya akibat peralatan saat main sepeda, basket, sepak bola, football dan juga bisbol.
Dr Breyer mengungkapkan salah satu contoh cedera akibat alat olahraga ini terjadi saat orang terjatuh dari sadel sepeda dan mendarat di stang, sehingga menimbulkan cedera di alat kelamin.
Selain itu, penyebab cedera lainnya adalah pakaian yang digunakan sehari-hari, misalnya untuk laki-laki penisnya terjepit oleh resleting dan pada perempuan melukai diri sendiri ketika mencukur rambut kemaluannya dan sering menggunakan pakaian ketat yang dapat menimbulkan gesekan di kulit kelamin.
"Saya terkejut menemukan banyaknya luka yang disebabkan oleh sepeda, perawatan pribadi dan kamar mandi. Ini merupakan hal yang saya tidak duga," ujar Dr Breyer.
Meski begitu jenis cedera alat kelamin ini berbeda-beda didasarkan pada usia dan juga jenis kelamin. Ditemukan usia muda paling sering mengalami cedera yaitu umur 18-28 tahun. Sedangkan orang yang sudah lanjut lebih sedikit, tapi lebih mungkin melukai diri sendiri saat melakukan kegiatan sehari-hari seperti mandi.

terkait dengan Cedera Alat Kelamin Makin Banyak :

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar